SURAKARTA – Pesantren Kasepuhan Sabtu Ahad (PETUAH) Ar Royyan resmi membuka tahun ajaran baru 2026 melalui prosesi Awwalussannah yang berlangsung khidmat di Aula Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Ar Royyan, Jebres, Minggu (04/01/2026).

Dengan tema “Mekar di Usia Senja, Memetik Berkah di Taman Ar Royyan”, program ini ingin menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk terus produktif menuntut ilmu agama.

Acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh masyarakat dan pemerintahan, termasuk Camat Jebres, Sekretaris Lurah Jebres, Ketua LP2A Jebres, Pengawas Yayasan PPM Ar Royyan, serta Ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat setempat.

Camat Jebres Drs. Samsu Tri Wahyudin, M.Si., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap eksistensi PETUAH. Menurutnya, program ini sejalan dan mendukung penuh program Lansia Berdaya yang dicanangkan Pemerintah Kota Surakarta.
“Menuntut ilmu ilmu agama merupakan kewajiban sepanjang hayat, jadi jangan berhenti di panjenengan, tapi dilanjutkan anak cucunya untuk menuntut ilmu agama juga.”

Senada dengan hal tersebut, Santi Yuniati, S.Sos., M.A.P., Sekretaris Lurah Jebres menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak pengelola pesantren. “Terima kasih kepada PPM Ar Royyan karena tidak hanya membina mahasiswa, tetapi juga merangkul kalangan kasepuhan. Kehadiran pesantren ini sangat membantu Bapak/Ibu dalam mengisi waktu dengan aktivitas yang positif dan bermanfaat,” ujarnya.

H. Mujiburochman, SE, MM, Pengawas Yayasan PPM Ar Royyan menekankan pentingnya menjaga kesehatan spiritual dan mental di usia senja. “Fokus kita adalah bagaimana memanfaatkan waktu yang ada agar lebih bermanfaat. Semoga kita senantiasa sehat, bersemangat dalam tholabul ilmu, dan tujuan utama kita adalah menggapai husnul khotimah,” ungkapnya memberikan motivasi.

Suasana haru dan bangga menyelimuti aula saat panitia memberikan penghargaan kepada Yangtri Berprestasi dari angkatan pertama. Pemberian penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi para santri baru.

Acara inti kemudian diisi dengan tausyiyah oleh Ketua Yayasan PPM Ar Royyan, Ustadz Abdul Hakim, S.H.I, M.H. Beliau berpesan, “Usia kita mungkin tak sepanjang kaum terdahulu, namun setiap detik yang kita miliki adalah permata yang tak ternilai harganya. Jangan biarkan senja ini berlalu dalam kabut penyesalan. Jadikanlah setiap helai uban sebagai cahaya, setiap lelah sebagai pahala, dan setiap detak jantung sebagai zikir. Karena mekar di usia senja bukan tentang berapa lama kita hidup, melainkan tentang seberapa siap kita saat dipetik kembali ke taman Ar-Rayyan yang abadi.”

Direktur PETUAH Bambang Satrio Nugroho, S.E., M.M. dalam laporan kegiatannya menyampaikan tahun ini, PETUAH menyambut 45 santri lansia baru yang akrab disapa dengan sebutan Yangtri (Eyang Santri). Kehadiran para Yangtri ini menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat di wilayah Jebres dan sekitarnya untuk mengisi masa tua dengan kegiatan spiritual yang bermakna.

Kurikulum Petuah Ar Royyan dirancang terbagi menjadi tiga angkatan. Harapannya, dengan pendidikan yang intensif dan bertahap ini, para Eyang Santri tidak hanya sekadar mengetahui teori agama, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari pondasi-pondasi ibadah yang benar.

Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan pembagian Laporan Hasil Belajar bagi Yangtri Angkatan Pertama serta sosialisasi kurikulum dan agenda kegiatan yang akan dijalani para santri selama satu tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *