
SURAKARTA – Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Ar Royyan sukses menyelenggarakan kegiatan Khotmul Qur’an pada Kamis, 20 November 2025. Bertempat di Aula PPM Ar Royyan, acara ini dihadiri oleh seluruh Mahasantri PPM Ar Royyan serta diikuti pula oleh seluruh pengurus dari semua unit yang ada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Mahasiswa Ar Royyan.
Kegiatan Khotmul Qur’an ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi para civitas akademika dan pengurus yayasan dengan Al-Qur’an, sekaligus memohon keberkahan.
Keberkahan yang Ditegaskan

Dalam sambutannya, Ustadz Abdul Hakim, S.H.I., M.H., menyampaikan urgensi kegiatan ini, seraya mengumumkan bahwa Khotmul Qur’an tersebut direncanakan menjadi tradisi rutin yang akan dilaksanakan setiap malam Jumat terakhir pada bulan Hijriyah.
Beliau mengingatkan hadirin tentang nilai kemuliaan yang didapatkan oleh segala sesuatu yang berinteraksi dengan Al-Qur’an.
“Semua yang berinteraksi dengan Al-Qur’an menjadi mulia dan berkah,” tegas Ustadz Abdul Hakim. Ia kemudian memberikan contoh-contoh historis, “Kota Makkah dan Madinah menjadi berkah dengan turunnya Al-Qur’an. Bulan Ramadhan menjadi berkah karena turunnya Al-Qur’an, malaikat Jibril jadi mulia karena membawa wahyu turunnya Al-Qur’an.”
Contoh-contoh ini memperkuat pesan bahwa para Mahasantri dan pengurus, sebagai orang-orang yang berinteraksi langsung dengan kitab suci, juga akan mendapat bagian dari kemuliaan dan keberkahan tersebut.
Perumpamaan Mukmin dan Al-Qur’an
Acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Syafiul Anam. Beliau mengawali ceramahnya dengan mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad ﷺ yang menggambarkan perbedaan interaksi seorang mukmin dengan Al-Qur’an.
Ustadz Syafiul Anam menyampaikan hadits yang berbunyi:
“Permisalan orang yang membaca Al-Qur’an bagaikan buah utrujah, bau dan rasanya enak. Permisalan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an bagaikan buah kurma, tidak beraroma, tetapi rasanya manis.”
Tausiyah tersebut menekankan pentingnya tidak hanya beriman, tetapi juga aktif berinteraksi dengan membaca (tilawah) Al-Qur’an. Interaksi yang aktif (seperti buah utrujah) akan memberikan manfaat ganda, yaitu keindahan lahiriah (aroma/bacaan) dan manfaat batiniah (rasa manis/iman dan pahala).
Kegiatan Khotmul Qur’an ini diakhiri dengan pembacaan doa bersama, memohon agar seluruh Mahasantri dan Yayasan PPM Ar Royyan senantiasa mendapat petunjuk dan keberkahan dari Al-Qur’an, sejalan dengan harapan untuk menjadikannya sebagai agenda rutin.


Tinggalkan Balasan